Sintesis Total Senyawa Mitomycin
Mitomycin C (MMC) diproduksi oleh jamur streptomyces caespitosus. Awalnya dikenal sebagai anti biotik dan
berperan sebagai agen kemoterapi. MMC meng cross link DNA dan menurunkan atau
menghentikan transkripsi.
Berikut struktur
dari berbagai Mitomycin :
Mitomycin
C bekerja dengan menempel sel kanker DNA (yang kode genetik sel) bersama-sama
sehingga tidak bisa datang terpisah lagi. Sel tidak dapat membagi sehingga
kanker tidak bisa tumbuh mitomycin C, yang menghambat DNA dan RNA sintesis oleh
menyebabkan silang DNA. Hal ini efektif terhadap kanker payudara, paru-paru,
leher rahim, kandung kemih, dan saluran pencernaan tetapi karena toksisitasnya
terutama digunakan untuk pengobatan paliatif pasien yang belum menanggapi pengobatan
lain.
Tahap 1 Mitomycin C
direduksi yang berfungsi untuk melindungi gugus fungsi karbonil sehingga
strukturnya berubah menjadi ; O karbonil (atas) menjadi elektropositif dan PEB
nya berdelokalisasi pada cincin siklik, serta O karbonil (bawah) menjadi OH.
Tahap 2 terjadi
pelepasan –OMe dari struktur menjadi meoh sehingga electron berdelokalisasi
pada cincin siklik membentuk ikatan rangkap
Tahap 3 struktur
Mitomycin mengalami reaksi alkilasi oleh DNA tumor
Tahap 4 DNA membentuk
siklisasi dan melepas gugus –OCONH2
Tahap 5 terjadi reaksi
oksidasi untuk mendapatkan gugus karbonil pada struktur awalnya
Sintesis dimulai dengan tersedia secara komersial Orto-dimetoksi toluena.
Pembentukan Senyawa Intermediet
Aromatik
Tahap 1 : TiCl2 merupakan
katalis asam (aseptor) dari dikloro metoksi metana, sehingga menyebabkan O
menjadi rangkap dan akan mendesak metil lepas dan terbentuk aldehid. Gugus
metoksi pada senyawa orto-diklorotoluena merupakan pengarah orto-para sehingga
substituen dikloro metoksi metana tersubstitusi orto.
Tahap 2 : mCPBA(meta Cloro Peroksi Benzoat Acid) merupakan
reagen yang mudah menjadi radikal. Sehingga menyebabkan
senyawa yang berikatan menjadi radikal
pula. Setelah itu radikal-radikal tersebut akan bereaksi membentuk gugus
karbonat.
Setelah itu
radikal-radikal tersebut akan bereaksi membentuk gugus karbonat.
Tahap 3 : Tahap ini
melalui 3 step : menggunakan reagen NaOMe yang
mengkationisasi gugus karbonat, menggunakan reagen
MeOH yang menghasilkan senyawa ester dan menggunakan air untuk menghidrolisis
ester dan menghasilkan gugus hidroksi atau senyawa orto-dimetoksi meta-hidroksi
toluene.
Tahap 4 : Reaksi
substitusi elektrofilik dari 3-bromo-1-propena,
H yang terikat pada O akan berikatan dengan Br- sehingga propena
akan tersubstitusi pada O. Aseton
disini sebagai pelarut.
Tahap 5
: Tahap ini melalui 2 step : terjadi
delokalisasi membentuk keton yang selanjutnya terjadi reaksi reduksi
menghasilkan senyawa 2,6-dimetoksi-3-hidroksi-4-alil-toluena.
Berikutnya
:
Tahap ke 6 :
Tahap 7 : Digunakan Zn sebagai reduktor.
Tahap 8 : BnBr digunakan sebagai gugus pelindung,
K2CO3 sebagai
katalis dan DME/DMF sebagai pelarut.
Tahap 9 : Pembentukkan
epoksida dari dioksan
Tahap 10
: Cincin epoksida membuka dan disubstitusi olen CH3CN dan menyebabkan O kekurangan elektron, ditambahkan
CrO3- sehingga
menghasilkan gugus keton.
Pembentukan Cincin
Medium
Tahap 1 : terjadi
reaksi substitusi – OMe
Tahap 2 : CN direduksi
oleh LAH menjadi NH2
Tahap 3 : gugus
pelindung Bn dihilangkan dengan menggunakan katalis Pd, Karbon untuk menyerap
air dan methanol untuk mengasamkan.
Tahap 4 dan 5 : mengoksidasi
senyawa yang telah didapat dan menggunakan metanol sebagai pelarut.
reference :
Pada pembentukan cincin medium menggunkan pelarut metanol pada tahap terakhir, mengapa menggunakan metanol? Dapatkah diganti dengan pelarut yang lain?
BalasHapusberfungsi sebagai apa senyawa MeOH dalam pembentukan cincin medium ?
BalasHapusDari semua jenis mitomisin, mana yang aktivitasnya palinng baik dalam menangani kanker?
BalasHapusApa prinsip dari total sintesis senyawa ini?
BalasHapusPrekursor apa saja yg digunakan dalam sintesis senyawa mytomicin ini?
BalasHapusapa kegunaan mitomicin ini sehingga perlu dilakukan sintesis lebih lanjut?
BalasHapusyang membedakan nya adalah gugus sampingnya, metode dalam melakukan total sintesis dan material startnya, itulah yang membedakan mytomicin K dengan mytomicin yang lain.
Hapuskenapa bisaa mytomicyn digolongkan kedalam beberapa jenis?
BalasHapus